Wisata ke Karimunjawa: Hari Pertama Tour, 20 Oktober 2012

Posted: 24 October 2012 in Travelling
Tags: , , , , , , ,

Kisah sebelumnya dapat dilihat di sini:
Wisata ke Karimunjawa: Persiapan dan Keberangkatan
dan
Wisata ke Karimunjawa: Jalan-jalan di Jepara

Pagi sebelum check out kami keliling mencari sarapan. Kami sarapan di sebuah warung tenda yang menjual nasi pecel di Jl. Sugiyono. Warung ini lumayan ramai pengunjung. Nasi pecelnya memang enak. Dua porsi nasi pecel+dua telur dadar+empat pisang karamel (pisang coklat kalau di Jakarta)+tiga rempeyek udang+dua gelas teh manis kami bayar cuma Rp 25.000. Pisang karamel dan rempeyek udang untuk bekal di kapal, selain roti sobek yang hari sebelumnya saya beli. Kenyang sarapan, kami mencari air minum dan antimo untuk bekal naik kapal.

Kami check out jam 8 pagi dan syukurlah pihak hotel tidak berani menagih selisih harga yang mereka permasalahkan kemarin.

Motor sewaan belum kami kembalikan. Kami janjian dengan pemilik motor, Pak Anton untuk serah terima motor di dermaga. Setelah serah terima motor, kami menunggu Pak Inggar dari Raptorindo di ruang tunggu depan loket penjualan tiket.

Kapal cepat yang sebelumnya diinfokan rusak, ternyata sudah ada penggantinya, KMC Express Bahari yang didatangkan dari Gresik. KMP Muria sudah angkat sauh menuju Karimunjawa saat kami datang.

Janjian dengan Pak Inggar jam sembilan pagi ternyata molor. Yang bersangkutan datang jam 10 kurang.

Saat menunggu di pelabuhan, ada seseorang yang menyapa saya. Ternyata, dia kawan lama sejak di Yogya, yaitu Ondo atau dulu biasa kami panggil Ucok karena dia orang Batak. Ondo yang sejak dulu hobi ikut mapala, sekarang berbisnis yang sesuai hobinya itu, operator tour ke seluruh Indonesia. Dia sudah menjelajahi penjuru Indonesia, dari Aceh sampai Papua.

Ternyata, Ondo menginap di hotel yang sama dengan kami dan rombongannya juga akan menyeberang ke Karimunjawa dan jadwalnya seharusnya juga sama seperti kami, yaitu hari Jum’at. Akibat kapal cepatnya rusak, jadwal wisata di Karimunjawa juga diundur menjadi hari Sabtu.

Balik lagi ke Pak Inggar. Pak Inggar membawa rombongan lain yang juga tour di hari yang sama dengan kami. Ada sekitar 15 orang lainnya. Kami naik kapal cepat Express Bahari yang didatangkan dari Gresik sebagai pengganti sementara kapal cepat yang rusak. Jam 11 kurang kapal berangkat menuju Karimunjawa.

Sebelumnya, saya sudah diberitahu tentang kapal cepat, yaitu perlunya obat anti mabuk sebelum perjalanan. Saya minum satu. Ternyata, perjalanan dengan kapal cepat ini benar-benar lain dengan perjalanan menggunakan feri. Goncangannya benar2 wow! Kapal terombang-ambing ke kanan dan ke kiri. Sensasinya mungkin seperti naik city car yang melaju dengan kecepatan di atas 80 km/jam di jalan tol.

Di kapal, kami duduk bersebelahan dengan Mbak Ani, yang juga satu rombongan dengan kami. Dia juga minum antimo. Efek antimo membuat mata mengantuk, dan tidurlah kami.

Tarif kapal cepat yang kami bayar adalah Rp 84.000, sudah termasuk paket tour yang kami bayarkan ke Raptorindo. Perjalanan menuju Karimunjawa dari Jepara menggunakan kapal cepat memakan waktu hampir 2 jam. Pukul 1 siang kami sudah tiba di Karimunjawa.

Pihak Raptorindo yang menjemput kami orangnya beda lagi. Kami berlima belas (atau bertujuh belas ya?) diangkut ke tempat menginap (rumah penduduk yang disewakan) dengan menggunakan pick up dan minibus. Saya dan suami menginap di satu rumah yang sama dengan mbak Ani.

Salah satu perbedaan Karimunjawa dengan Pulau Jawa adalah listriknya. Di Karimunjawa listriknya tidak setiap saat ada. Listrik hanya aktif pukul 18.00 hingga 06.00. Kalau instansi pemerintah masih ditambah pukul 10.00 hingga 12.00. Jam pelayanan di kantor pemerintah disesuaikan di dua jam tersebut. Listrik di Karimunjawa tergantung akan genset diesel. Di sini saat mengisi ulang batere ponsel, kamera dll hanya bisa malam hari.

Setelah sholat, kami siap2 untuk acara sore, yaitu snorkeling di Pulau Menjangan Kecil dan Pantai Ujung Gelam. Kami bertujuh belas naik perahu motor jam 14.20. Sebelumnya, masing-masing peserta diwajibkan mengenakan jaket pelampung. Makan siang pun disantap di atas perahu yang bergoyang-goyang genit ala penyanyi dangdut. Perjalanan ke Pulau Menjangan Kecil ditempuh sekitar setengah jam.

Sampai di dekat Pulau Menjangan Kecil, perahu berhenti. Airnya jernih, ikan-ikan terlihat dari perahu. Terumbu karangnya juga terlihat, indah sekali. Karimunjawa tidak kalah cantik dengan Krabi. Semua anggota rombongan tour yang ikut tour sore ini, kecuali saya dan satu orang lagi, berenang dan snorkeling di sini.

Selama hampir satu jam kami bermain air di sini. Pihak Raptorindo juga menyediakan foto dalam air. Untuk itu, peserta harus melepaskan pelampungnya dan menyelam. Saat menyelam itulah diambil gambarnya. Kalau tidak bisa menyelam, dibantu menyelam secara paksa, ditenggelamkan! Saya cukup mengambil gambar dari atas perahu.

Ikan-ikan di sini dapat dipancing supaya mendekat dengan umpan potongan roti, yang mana tidak ada satupun dari kami yang membawanya. Puas bermain di Pulau Menjangan Kecil, perjalanan dilanjutkan ke Pantai Ujung Gelam.

Perjalanan ke Pantai Ujung Gelam memakan waktu sekitar setengah jam juga. Pantai Ujung Gelam tidak seperti pantai-pantai yang pernah saya datangi. Pasirnya putih dan sangat halus, sehalus tepung. Disini banyak wisatawan dalam maupun luar negeri yang berkunjung. Kami berfoto ria disini. Matahari terbenam terlihat jelas di Pantai Ujung Gelam ini. Usai mengambil gambar matahari terbenam, sekitar pukul lima sore, kami kembali ke Pulau Karimunjawa.

Sampai di rumah tempat kami menginap (home stay) sudah pukul enam sore. Sampai di rumah, ada tiga perempuan bule sedang makan malam. Sedangkan malam kami disediakan terlalu malam, yaitu pukul delapan malam. 😦

Ketiga perempuan bule itu bernama Nadine, Sabine dan saya lupa nama yang satunya lagi. Mereka berasal dari Stuttgart, Jerman. Dan, mereka fasih berbahasa Indonesia! Kata mereka, mereka sudah dua tahun belajar Bahasa Indonesia di Jerman. Lalu, satu semester ini, hingga Desember 2012 mereka belajar Bahasa dan Budaya Indonesia. Duh, malunya saya. Kenapa justru warga negara asing yang antusias belajar bahasa dan budaya negeri kita tercinta? Trio asal Jerman ini ternyata termasuk dalam rombongan tour kami esok hari.

Malam itu acara bebas, tapi kami memilih untuk istirahat. Badan dan kaki saya terasa sekali pegalnya. Padahal saya sama sekali tidak berenang. Tour dilanjutkan esok pagi, ke empat tujuan.

Comments
  1. airyz says:

    yak akhirnya \o/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s