Wisata ke Karimunjawa: Jalan-jalan di Jepara, 19 Oktober 2012

Posted: 20 October 2012 in Tips & Tricks, Travelling
Tags: , , , , , ,

Kisah tentang bagaimana kami sampai di Jepara bisa dilihat  dari postingan saya sebelum ini: “Wisata ke Karimunjawa: Persiapan dan Keberangkatan.”

Kami sampai di Jepara Jum’at, 19 Oktober 2012 menggunakan bis Shantika. Kondektur bis menanyakan dimana kami akan turun. Kami bilang kami turun di Terminal Jepara. Kondektur tanya lagi, kami mau ke arah mana. Suami saya bilang mau ke Hotel Segoro. Diarahkanlah kami agar turun di tugu R.A. Kartini dan melanjutkan naik becak, biaya Rp 10rb.

Pukul 4.10 pagi, saat azan subuh, kami tiba di Tugu Kartini. Turun dari bis ada bapak pengayuh becak mendekati kami dan menawarkan jasanya. Kami pun naik becaknya yang full music, asal musik dari ponselnya yang diletakkan di pojok jok becaknya. Efek dari teknologi yang semakin murah.

Ternyata Hotel Segoro memang tidak jauh dari Tugu Kartini. Hotelnya lebih mirip motel, motorist hotel, dimana mobil bisa diparkir di depan kamar. Kamarnya banyak dan bersih. Ada beberapa kelas kamar, yang paling mahal tarifnya Rp 300ribuan per malam. Kamar bisnis Rp 130ribu per malam, kamar ekonomi Rp 100ribu per malam. Perbedaannya, kelas bisnis menggunakan AC, sedangkan kelas ekonomi menggunakan kipas angin.

Tapi kamar bisnis sedang penuh. Jadi, kami harus puas dengan kamar ekonomi. Kamar kami kamar mandinya bersih, ada dua handuk bersih & 2 sabun hotel yang kecil itu. Kami sudah minta ke petugas hotel kalau ada kamar bisnis yang kosong kami mau pindah kamar.

Hotel Segoro letaknya dekat masjid At Taqwa dan SPBU. Ada hikmahnya juga tour kami diundur, jadi sholat jum’at suami saya tidak terganggu. Info tentang Hotel Segoro bisa dilihat di sini: http://www.segorohotel.com.

Sebelum waktu sholat jum’at tiba, pihak hotel memberitahu kami kalau jam dua siang, kami kena tarif satu malam. Hal ini karena kami check in sebelum waktu check in yang ditentukan, yaitu jam enam pagi. Suami menjelaskan kalau saat check in kami tidak diberitahu soal ini. Kalau diberitahu, tentu kami memilih menunggu jam enam pagi daripada kena tarif dua malam. Untuk masalah perbedaan tarif ini, kami tetap tidak mau membayar kelebihan 1,5 jam sebagai 1 malam. Karena kesalahan ada di pihak hotel yang tidak menjelaskan kepada kami sejak awal.

Setelah sholat jum’at, rencananya kami mau keliling kota Jepara dengan angkutan umum. Tapi, ternyata oh ternyata.. angkutan umum terdekat jaraknya sekitar 1,5 km. Kalau mau, kami bisa berkeliling menggunakan becak. Kami dapat info dari pedagang bakso, alternatif lain untuk keliling kota adalah dengan menyewa sepeda motor. Sewanya Rp 50.000. Biasanya untuk sewa motor, tinggal hubungi pihak hotel.

Jadilah kami menyewa motor (matik) untuk berkeliling kota Jepara di sore hari. Kota Jepara tertata rapi dan bersih, banyak pohon di tepi jalan. Di Jepara ada Pantai Kartini yang dermaganya merupakan salah satu pintu masuk ke Karimunjawa dari Pulau Jawa, pulau yang menjadi tujuan kami wisata kali ini. Kami tidak mampir ke Pantai Kartini. Disana sedang ada persiapan konser rock yang disponsori salah satu perusahaan rokok. Banyak ABG berkaos hitam berjalan kaki menuju tempat konser tersebut. Semakin sore, semakin banyak rombongannya menuju satu arah yang sama.

Dengan menggunakan motor pinjaman, kami menyusuri jalan, tanpa peta. Di Pantai Kartini ada tempat pelelangan ikan. Kami lanjut lagi, melewati Stadion Gelora Bumi Kartini yang pembangunannya masih berlangsung. Walaupun panas terik tapi banyak muda-mudi jjs di sana. Suasana perjalanan di Jepara ini mirip dengan di Bangka, sama-sama panas, jalannya mulus, panjang dan sepi.

Kami ke Pantai Bandengan. Tarif masuk Rp 3000/orang dewasa di hari Senin-Jum’at selain hari besar. Tarif masuk untuk motor Rp 1000. Di sana kami foto-foto. Pantainya sepi, mungkin karena bukan hari libur. Seperti pantai-pantai lainnya yang pernah saya kunjungi, kesadaran pengunjung akan kebersihan pantai masih sangat minim. Sampah bekas kemasan makanan berserakan di bibir pantai.

Puas berfoto ria di Pantai Bandengan, kami lanjutkan lagi perjalan kami. Sepanjang jalan, entah apa nama jalannya, banyak dijumpai bengkel kerajinan dari kayu. Jepara memang terkenal akan ukiran kayunya. Memasuki dalam kota, melewati alun-alun, lalu dilanjutkan Tugu R.A. Kartini, mencari masakan laut khas Jepara. Walaupun belum masuk waktu makan malam,tapi perut kami sudah konser.

Kami temukan restoran masakan laut di arah jalan ke Pantai Kartini. Nama masakan laut khas Jepara adalah ikan pindang serani. Ikannya bisa ikan laut apa saja. Kami pilih ikan patikoli. Pindang serani adalah masakan ikan berkuah sedikit asam. Ikan patikoli sendiri warnanya putih bentuknya memanjang. Rasa ikannya manis, tanda ikan segar saat dimasak.

Selesai makan, kami kembali ke hotel saat maghrib. Rencana kami malamnya makan di angkringan. Tapi, sampai kamar dan ketemu kasur, membuat saya enggan keluar kamar lagi. Malam Sabtu ini untuk istirahat, sebelum esok hari berangkat ke Karimunjawa. Kami janjian dengan Pak Inggar dari Raptorindo di dermaga Pantai Kartini jam 9 pagi.

Bersambung ke: Wisata ke Karimunjawa: Hari Pertama Tour, 20 Oktober 2012

Comments
  1. […] Wisata ke Karimunjawa: Jalan-jalan di Jepara, 19 Oktober 2012 […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s