Jalan-jalan ke Phuket & Krabi: Day 01, Jakarta-Phuket

Posted: 14 March 2012 in Tips & Tricks, Travelling
Tags: , , , , , , , , , , , ,

Posting saya sebelumnya tentang perencanaan wisata ke Phuket dan Krabi ini bisa dibaca di sini. Tiba juga saatnya berangkat ke Thailand. Hari Minggu tanggal 4 Maret 2012 kemarin akhirnya kami berangkat. Sehari sebelumnya, kami menukar valas. Dengan kurs Rp 307/baht, kami menukar lembaran-lembaran rupiah dengan THB 3.000. Sampai di rumah, lembaran baht saya gabung dengan USD 100 yang sebelumnya sudah kami miliki. Lebih penting membawa dolar daripada rupiah, karena jika baht kami habis, rupiah tidak laku ditukarkan di sana. Dolar yang lebih bernilai.

Sebelum berangkat, Depok hujan gerimis yang lumayan awet. Target jalan dari rumah maksimal jam 1 siang ke Stasiun Depok Lama (stadela) jadi molor karena hujan. Jam dua seperempat siang kami naik KRL ke Stasiun Pasar Minggu. Tarif KRL Rp 6.000 per orang. Dua puluh menit kemudian kami sampai di stasiun Pasar Minggu dan makan siang telat di terminal Pasar Minggu. Setelah makan, kami naik bus bandara dari terminal Pasar Minggu. Tarifnya per orang Rp 20.000. Trayek dan tarif bus bandara Soekarno-Hatta bisa dilihat di sini.

Dengan diiringi gerimis, dan sedikit tersendat di jalan tol, akhirnya kami tiba setelah sekitar satu jam perjalanan. Sehari sebelumnya, kami sudah web check in di sini, dan juga kami hanya membawa dua ransel saja, jadi proses di bandara lebih simpel. Oh, iya pajak bandara untuk penerbangan internasional adalah Rp 150.000/orang.

AirAsia menempati terminal 3 di Bandara Internasional Soekarno–Hatta. Terminal 3 CGK itu keren, sudah mirip bandara internasional lainnya. :p Sebelum masuk ke boarding room (Gate 6), saya mengambil uang di ATM BCA dan menyadari satu hal fatal….. Mata uang baht yang disiapkan ternyata tertinggal di rumah hanya karena saya menyimpan uang tersebut di lemari, bukan di dompet seperti seharusnya. Dooh! Lemas rasanya. Yang lebih parah, di situ cuma ada Bank Mandiri untuk menukarkan valas. Dan di Bank Mandiri itu mata uang baht sedang habis. Oh la la..

Suami tersayang hanya bisa tersenyum kecut. Karena sudah tidak mungkin kembali lagi, penerbangan kami (QZ 7744) ke Phuket pukul 17.20, dengan membaca Bismillaah, kami terus melangkah ke boarding room. Pesawat kami tiba di Bandara International Phuket pada pukul 20.10. Setelah pemeriksaan imigrasi, tidak lupa saya mengambil beberapa peta Phuket yang ada di dekat situ. Walaupun sudah mengeprint peta hasil googling, tetap saja peta asli yang berwarna dengan lembaran kertas yang besar lebih mudah untuk dibaca.

Bus bandara terakhir ke terminal bus Kota Phuket adalah pukul 20.45. Sebelum keluar bandara kami melihat banyak gerai penukaran valas. Tapi kami tidak kesitu. Berdasarkan tips dari AsiaWeb Direct, rate valas di bandara kurang bagus. Selain itu,mata uang rupiah nggak laku disitu. Lebih baik gunakan ATM yang ada disitu. Lebih bagus lagi kalau kita memiliki kartu Cirrus yang bisa digunakan juga di luar negeri.

Akhirnya, kami menemukan ATM CIMB nggak jauh dari gerai-gerai valas tadi. Untungnya uda punya rekening CIMB Niaga. Jurus pamungkas pun dipakai. Dengan membaca Bismillaah, kami menarik uang THB 3.500 dari ATM tersebut. Masalah tagihan dari bank dipikirkan belakangan. Saya terkesan dengan ATM CIMB itu, karena bisa mengeluarkan uang THB 3.500 dalam pecahan tiga lembar THB 1.000 dan satu lembar THB 500. Saya norak ya..😀

Walaupun kami sudah mencari data tentang bus Bandara Phuket, tetap saja kami masih perlu bertanya dimana lokasi menunggu bus bandara tersebut. Ongkos bis bandara ke kota Phuket adalah THB 85/orang atau Rp 26.095 dengan lama perjalanan sekitar 45 menit. Di dalam bus kami menunjukkan alamat Rattana Mansion yang dicetak dalah bahasa Thai kepada awak bus. Bertanya dengan bahasa tarzan campur Inggris dan Indonesia. : )

Phuket Airport bus

Phuket Airport bus. Gambar dari sini: http://www.airportbusphuket.com

Turun dari bus, sama gerimisnya seperti saat berangkat dari rumah, kami harus berjalan kaki ke hotel kami sekitar 15 menit. Kami diterima front office yang kemampuan berbahasa Inggrisnya minim. Dengan menunjukkan print out pesanan via Agoda dan paspor, kami check in dan mendapatkan kamar standard di lantai 3.

Rattana Mansion adalah hotel 3 lantai tanpa lift. Kamarnya benar-benar bersih dan kamar mandinya juga kinclong. Ada kulkas mini dengan dua botol air minum di dalamnya. Fasilitas lainnya standar, kasur besar (dua kasur digabung di satu divan), tv, lemari dan meja rias. Walaupun di promo Agoda disebutkan bahwa di Rattana Mansion ada koneksi wi fi, tapi kami ga bisa login ke jaringannya.😦

Kamar standar di Rattana Mansion, Phuket

Kamar standar di Rattana Mansion, Phuket. Gambar diambil dari sini: http://www.rattanamansion.com/accommodation.html

Setelah sholat isya dijamak dengan maghrib, kami mencari makan malam. Berbekal peta, tanya arah ke resepsionis hotel dan kesasar ke area klub malam+diskotik, akhirnya kami menemukan deretan kios pedagang makanan di pasar-entah-apa namanya, yang dua diantaranya menjual makanan halal. Di seberang deretan kios tersebut, ada juga rumah makan halal bernama Cherifah. Alamat Cherifah: Tilok Uthit 2, Talat Yai, Phuket 83000. Jangan percaya peta Google map Cherifah di zabihah.com itu. Karena kami kesasar akibat mengandalkan peta tersebut. Padahal kalau melihat peta Rattana Mansion, disitu jelas tertulis Tilok Uthit 2 yang nggak jauh dari Rattana Mansion.

Peta Lokasi Rattana Mansion, Phuket

Peta Lokasi Rattana Mansion, Phuket

Kota Phuket, kecuali lokasi yang ada klub malam dan diskotiknya, kalau malam benar-benar sepi. Jalanannya lengang, jarang ada kendaraan lewat. Mungkin karena kami melihatnya di atas pukul 10 malam.

Kami memesan dua porsi nasi goreng seafood dan satu porsi sate ayam. Harganya THB 150 (Rp 46. 050). Satenya seperti sate padang yang sudah matang+dibumbui dan dibakar sekadarnya. Bumbu satenya manis.

itu "acar" anehnya.

Makan malam di Phuket dengan "acar" dan kuah anehnya. Padahal yang dipesan nasi goreng.

Nasi gorengnya disajikan dengan satu mangkuk kuah kaldu dan “acar” yang aneh. Aneh karena menurut saya “acar” itu adalah bahan-bahan untuk memasak, seperti cabe keriting, bawang putih dan daun bawang.

Setelah makan malam, kami istirahat untuk melanjutkan perjalanan esok hari ke Krabi.

Ongkos KRL Stadela-Pasar Minggu untuk 2 orang = Rp 12.000

Ongkos Bus Damri Pasar Minggu-Bandara CGK untuk 2 orang = Rp 40.000

Pajak Bandara CGK untuk 2 orang = Rp 300.000

Phuket Airport bus-Phuket bus terminal untuk 2 orang = Rp 52.190

Makan malam untuk 2 orang = Rp 46. 050

Total = Rp 450.240

Bersambung…

Comments
  1. edison says:

    Salam Donna…. lagi browsing2 ttg Phuket n Krabi (karena kami akan brkt bulan des 2012), ketemu blog anda yang menurut saya sangat menarik. saya tunggu sambungannya ya, bikin penasaran juga…. mau buat bekal besok des 2012… hehehe…trims anyway.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s