Sarrah

Posted: 4 May 2011 in Pulsar

Suatu hari di awal November 2010, ada pameran motor di Senayan, namanya Jakarta International Motorcycles Show. Sebelum ada pameran itu saya dan suami memang berencana untuk peremajaan si Suprit, motor bebek kami yang umurnya sudah masuk tahun kelima. Yang kami cari adalah motor batangan, atau motor laki. Kandidatnya waktu itu adalah Yamaha Byson atau Honda New Mega Pro (HNMP). Kedua motor itu adalah motor versi baru. Saya kumpulkan data kedua motor itu dari internet, spesifikasi, kelebihan dan sebagainya.

Kembali ke pameran motor tadi. Jum’at tanggal 5 November 2010 kami berdua ke Senayan sepulang kerja. Wuiih.. ramai betul itu Senayan. Penuh sesak dengan manusia.

Kamipun melintasi satu per satu stand yang ada di sana. Stand Honda dan Yamaha tak ketinggalan. Stand Pulsar juga kami datangi. Sambil lihat-lihat pulsar yang dipajang di situ. Tiba-tiba, suami saya bilang, “Gimana kalo kita beli Pulsar aja?” jreng.. jreng.. Semua bahan riset yang sudah saya googling buyar semua. Saya sama sekali nggak googling tentang Pulsar. Alasan suami saya pilih Pulsar, harganya terjangkau untuk beli kontan, walaupun menguras isi tabungan kami juga. Kalau HNMP ataupun Byson, harus ditambah kredit, karena uangnya nggak cukup. Saya agak ragu, apalagi waktu lihat kualitas las-lasan Pulsar terlihat kasar, nggak seperti motor Jepang. Saya sampai bertanya kualitas Pulsar via sms ke teman yang memakai Pulsar di kantor. Katanya Pulsarnya selama ini nggak ada masalah tuh.

Salesnya yang bernama Teguh menjelaskan kualitas Pulsar. Harganya diskon Rp 2 juta karena ultah BAJAJ empat tahun di Indonesia. Lalu, ada lagi diskon Rp 500ribu karena pameran. Total harga Pulsar 180 cc yang kami beli Rp 15,4 juta. Wow, teman saya beli Rp 18 juta di bulan April 2010. Saya pilih warna merah, karena baju saya banyak yang warna merah. hehehehe….😀

Teguh minta KTP untuk difotokopi. Saya berikan KTP saya, dia agak heran dan bilang, “Kenapa nggak KTP Bapak aja?” Saya bilang, “Suami saya dah janji mau beliin motor buat saya.” Waktu dia pergi untuk fotokopi, saya lihat brosurnya Pulsar. Saya baca tag line di situ “Pasti Lelaki”. Wah, pantesan aja, Teguh agak kaget waktu terima KTP saya.

Kamisnya, 11 November 2010, Pulsar merah itu tiba di rumah sepulangnya kami dari bekerja. Saya test ride sebentar. Wow, lebih responsif daripada Tiger yang pernah saya coba. Pulsar ini, baru sedikit ngegas, sudah melaju. Saya kasih nama dia Sarrah, pulSAR meRAH.😀

Nggak sampai sebulan (kira-kira tiga minggu sejak Sarrah sampai di rumah), saya ditelpon pihak Bajaj, supaya ambil BPKBnya di….. TAMBUN. yak, tambun yang nun jauh dari Depok. Setelah dinego via telpon, akhirnya BPKB bisa diambil di Dewi Sartika. Pelat nomor, STNK, helm dan jaketnya sudah diberikan sebelumnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s