Kedip dan Kamu TIDAK Akan Melewatkannya

Posted: 30 July 2009 in Science, Terjemahan
Tags: , , , , , ,

Bagaimana kita menyortir hal-hal yang membosankan

Ada yang bilang, berkediplah dan kau akan melewatkan hal yang menarik. Padahal sebenarnya, otak kita memastikan bahwa hal semacam itu tidak akan terjadi.

Para peneliti menemukan bahwa kita secara tidak sadar menentukan kapan saat mata kita berkedip, jadi kita tidak akan ketinggalan informasi visual penting.

Biasanya, saat kita tidak berkonsentrasi akan hal-hal khusus, kita semua memiliki laju kedip dan pola kedip yang berbeda-beda.

Tetapi ketika para sukarelawan yang terlibat dalam studi itu diperlihatkan acara TV Mr. Bean, semuanya berkedip tepat pada titik cerita yang sama – bagian yang kurang menarik, seperti akhir cerita.

Fenomena yang sama tidak terjadi ketika mereka diperlihatkan video di latar belakang yang menampilkan ikan-ikan tropis dan pemandangan atau diperdengarkan rekaman audio Harry Potter.

Peneliti Dr Tamami Nakano, dari Tokyo University berkata: ‘Kita secara tidak sadar mencari saat yang tepat untuk berkedip untuk meminimalkan adanya peluang kehilangan informasi penting saat berkedip itu.’

Secara rata-rata, manusia berkedip 10 hingga 15 kali per menit untuk melembabkan dan memberi asupan oksigen pada kornea. Satu kali kedipan berlangsung antara 100 sampai 150 milidetik, saat dimana tidak ada cahaya dan tidak ada yang terlihat.

Dr. Nakano, penemuannya dipublikasikan di Proceedings of the Royal Society B, mengatakan: Kedipan mata yang spontan disesuaikan (synchronized) antara (across) dan pada (within) subyek (sukarelawan) ketika mereka diperlihatkan cerita video yang sama.

‘Sinkronisasi kedipan ini tidak teramati ketika mereka melihat video latar belakang yang tidak ada ceritanya atau ketika mendengarkan cerita dalam bentuk narasi.’

‘Maka, sinkronisasi memerlukan cerita, tapi kebutuhan untuk mengikuti alur cerita itu sendiri bukanlah penyebab sinkronisasi.’

‘Sinkroni kedipan terjadi ketika subyek harus mengikuti alur cerita dengan menyaring informasi dari rentetan kejadian visual.’ Sukarelawan dalam studi di Jepang ini adalah sembilan wanita dan sembilan pria yang berusia antara 22 dan 31.

Pada video Mr Bean selama tiga setengah menit, mereka berkedip 60 kali – kebanyakan saat akhir cerita, saat adegan bangunan dan jalan yang tidak ada Mr. Bean-nya.

Berkedip adalah sesuatu yang dilakukan manusia saat berusia 14 atau 15 minggu setelah pembuahan. Penelitian-penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa ketika membaca, kita cenderung berkedip saat titik, koma maupun tanda baca lainnya.

Dan kita berkedip lebih sedikit ketika berbohong, lalu menutupinya dengan kedipan-kedipan ekstra cepat berkali-kali secara tiba-tiba.

Artikel asli ada di sini. Diterjemahkan oleh Donna Ardiani

Comments
  1. eko says:

    apalagi yg kerja di depan komputer, mesti sering kedip2 ya🙂

  2. henny says:

    hihi, hayo mba dona sehari suka kedip berapa kali nih, hehehe (ngga diitung ma kedipnya ke suami loh ya)

  3. calandrea says:

    @ Eko: hrs srg kedip2 tu ko.. biar mata ga perih
    @ Henny: mmm… brp kali ya?😛 ga ngitung tuh.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s