Siang Dipendam Malam Balas Dendam

Posted: 10 October 2007 in 1

Rute saya dari dan ke kantor sebenarnya nggak melewati Senayan. Tapi, karena ada kunjungan ke klien di daerah SCBD di sore hari, rute pulang saya jadi berubah, melewati Gelora Bung Karno Senayan. Beberapa kali di bulan puasa melewati salah satu pertigaan Gelora Bung Karno, saya melihat billboard yang sama. Tulisannya: Siang dipendam malam balas dendam. Gambarnya: banyak piring, mangkok, gelas dan teko kosong. Hingga pada suatu malam, ketika lewat jalan itu lagi, saya melihat ada yang berbeda, billboard yang sama, tulisan yang sama namun dengan gambar yang sedikit berbeda. Di billboard itu ada makanannya!! Seperti akan ada pesta besar. =P~ Slurppp… bikin ngiler.

Suami saya menyangka kalau billboard itu memang sudah diganti. Tapi ketika lewat yang sama di sore hari (masih ada matahari) , gambar billboard itu berubah. Makanan dan minuman yang menggiurkan itu sudah lenyap! Yang ada peralatan makan yang kinclong!

Sayang sekali, saya cuma sempat memfoto billboard versi malam hari saja. Karena ketika kemarin akan memfoto versi siang harinya, billboard itu sudah berubah gambarnya.😥 Berubah jadi versi burung pelikan.

Untungnya ada bung Richoz yang baik hati membolehkan gambar billboard-versi-siang-hari-yang-saya-tidak-punya-itu miliknya untuk saya pakai. Maturnuwun..

ini dia kedua gambar itu:

versi siang hariversi malam hari

Comments
  1. Acho says:

    Siang dipendam, malam balas dendam.. Ihhh.. Jorookkkk :p

    *kabuuurr*

  2. valeria says:

    wihh..iklan rokok yang ini emang creative yach… yang lebih kreatif lagi yang sempat2nya ngambil foto:)

  3. Kayak prinsip kebanyakan orang puasa aja. hehehe

  4. Tuhu says:

    Wah ternyata Donna pengamat iklan juga yah, selain ahli soal otomotip di luar kepala hehehe

  5. zarkasih says:

    “Siang Dipendam Malam Balas Dendam” klo ga liat gambarnya bisa berubah nih konteksnya😀 *jadi inget istri dirumah

  6. calandrea says:

    @ Acho: makanya Cho.. buruan nikah

    @ Valeria: Mbak Val, makasih dah mampir.. Blognya bagus dan bermanfaat.

    @ Achmadi: Iya, masih banyak orang kita yang puasanya sekedar berpuasa, ngga inget hikmahnya.

    @ Tuhu: ahli otomotip karena kebawa ma kerjaan Hu.. Sebenernya jadi pengamat iklan itu karena gw sebagai penumpang motor, yang bisa ngeliat kiri kanan sepanjang perjalanan pp rumah-kantor.😀

    @ Zarkasih: Dasar loe Zar.. pengen kasih adek buat Farhan ya?

  7. […] Soal kreativitas sang pembuat iklan juga dibahas di sini. […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s