ATM BCA di Pasaraya Grande

Posted: 8 October 2007 in Life's Like That

Jum’at lalu saya pulang kantor nebeng teman sampai Pasaraya Grande Blok M. Sesampainya di Grande, saya lihat ada beberapa perubahan. Di antaranya adalah parkir motor sedang dalam proses pemindahan ke lantai 1, dan efektif berlaku mulai keesokan harinya (kata suami teman saya yang kebetulan kerja di Grande Blok M) dan pembongkaran ATM BCA yang berada di dekat Bank Bukopin.

Ternyata ATM BCA tersebut memang akan dipindahkan, ke Butik ATM yang ada di West Grande. Keesokan harinya, Sabtu 5 Oktober 2007, suami saya ada undangan buka bersama teman-teman semasa SMA-nya di Blok M. Janjian kumpul di Pasaraya.

Saya dan suami, dengan mengendarai sepeda motor sampai di Grande dan parkir di tempat parkir baru. Jangan terkecoh dengan kata “baru” ini. Karena parkiran ini benar-benar parkiran darurat. Lampu-lampu sedang dipasang, lantai parkiran masih beralas pasir, yang menimbulkan banyak debu dan karcis parkirnya masih manual, ditulis tangan. Benar-benar beda dengan lokasi sebelumnya di lantai atas (kalau ngga salah di lantai 5-ada yang bisa bantu?) yang jauh lebih manusiawi.

Setelah acara buka bersama selesai, kami ke Butik ATM di West Grande lantai dasar. Di sana, ada beberapa ATM yang sudah berfungsi walaupun ada juga yang masih kosong melompong tanpa ATM, cuma ada tulisan nama banknya. Space ATM yang masih kosong karena mesinnya memang masih bertengger di tempat semula, yaitu di bagian luar dekat taksi keluar masuk (nama Gate-nya saya lupa).

Suami ke ATM BNI, rekannya ke ATM Danamon. Saya sendiri, jalan-jalan melihat-lihat Butik ATM baru tersebut. Ketika sampai di ATM BCA, ada tulisan yang menjelaskan bahwa ATM belum berfungsi. Klik gambar untuk melihat lebih jelas.

ATM BCA di Pasaraya Grande Blok M

Ada coret-coretan tulisan dari para pengguna ATM BCA yang marah.😀 ATM BCA di butik ini memang yang paling banyak mesinnya. Hal ini mencerminkan banyaknya pengguna ATM BCA. Tidak heran, banyak orang yang kesal ataupun kecewa ketika ATM ini tidak dapat dipergunakan. Sebagian orang yang kecewa itu masih bertoleransi dengan tidak menuliskan apa-apa. Namun, ada juga orang yang menumpahkan kekesalannya di kertas pengumuman itu. Mungkin dia (atau mereka) sedang benar-benar membutuhkan dana tunai (atau transaksi lain yang mendesak). Maklum saja, akhir pekan menjelang lebaran begini, banyak orang yang berbelanja kebutuhan lebaran, misalnya baju, logistik selama pembantu mudik, parcel lebaran dsb.

Saya tidak tahu, apakah hari ini semua ATM di lokasi barunya, Butik ATM West Grande sudah dapat berfungsi atau belum.

Dan pengalaman di parkiran saat pulang…

Lampu-lampu yang dipasang tidak mencukupi seluruh areal parkir motor. Banyak area yang masih gelap. Bahkan petugas pintu keluar pun kesulitan melihat karcis parkir. Sampai-sampai
harus dibantu dengan lampu motor pengendara. Antrian motor keluar menjadi panjang, ditambah lagi debu dari pasir-pasir yang beterbangan. Semoga keadaan ini tidak berlangsung lama. Rumornya sih, pemilik Grande memang tidak menginginkan adanya motor.😦 Diskriminasi deh.. Padahal banyak sekali pengendara motor yang memanfaatkan fasilitas parkir di Grande, mungkin mencapai ratusan motor tiap hari, berdasarkan pengamatan saya saat melihat jumlah motor yang sedang parkir.

Comments
  1. didot says:

    hehe… lucu juga gambarnya,aku pinjam gambarnya ya buat disave dulu,lagi mau bikin tulisan tentang BCA nih soalnya🙂

    mungkin udah pada kesel banget tuh jadi nulisnya kayak gitu…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s