Bikin Paspor Baru

26 05 2009

Walopun saya belum ada rencana pergi ke luar negeri, bulan lalu saya dan suami mencoba membuat paspor. Kenapa pake kata mencoba? karena kami mau menggunakan jalur biasa, tanpa calo. Ternyata gampang aja kok.

Awalnya, karena saya masih ‘buta’ soal imigrasi, paspor dan sebangsanya, saya gugling dulu. Nemu info bagus tentang paspor di sini. Dari artikel itu, saya juga jadi tau kalo membuat paspor tidak harus sesuai domisili KTP. Menurut Peraturan Dirjen Imigrasi No. F-960.IZ.03.02 Tahun 2006 menegaskan bahwa paspor RI dapat diberikan dimana saja tanpa dibatasi aspek domisili yang tertera di dalam KTP pemohon paspor. Di situsnya Imigrasi.go.id juga ada info pembuatan paspor.

Sekarang layanan paspor sudah online. Saya mencoba layanan online tersebut, tapi saat upload berkas-berkas yang disyaratkan (hasil scan dengan warna monokrom) gagal terus. Ya sudah, jadilah saya mencari lokasi kantor Imigrasi yang paling dekat dengan kantor saya. Kantor saya di Duren Tiga, maka lokasi terdekat ada di Kantor Imigrasi (Kanim) Kelas I Khusus Jakarta Selatan yang ada di Buncit:

Kantor Imigrasi (Kanim) Kelas I Khusus Jakarta Selatan
Jl. Warung Buncit Raya No. 207
Jakarta Selatan 12760
Telepon: 021-7996334, 7996340
Fax: 021-79192883

Senin, 20 April 2009

Ambil formulir di Kanim Buncit, tepatnya di koperasi imigrasi (lantai dasar) yang merangkap juga sebagai tempat fotokopi. Tulisan di formulirnya sih gratis, tapi kita harus nebus mapnya sebesar Rp 5.000,-  Mapnya bukan map biasa.. :P ada logo Kanim dan checklist berkas yang harus diserahkan.

Jum’at, 24 April 2009

Kami berdua ke Kanim Buncit dengan membawa berkas-berkas yang dibutuhkan (asli & fotokopi, kecuali surat keterangan kerja):

  1. Formulir yang sudah diisi
  2. KTP
  3. Kartu Keluarga
  4. Surat Nikah
  5. Akte kelahiran ATAU ijazah SD/SMP/SMA, ijazah sebenarnya cuma untuk memastikan nama orang tua kita. Saat itu kami cuma bawa ijazah S1 (tanpa akte kelahiran) yang ternyata masih dianggap kurang.
  6. Surat keterangan kerja, untuk syarat yang ini kami ngga ada, karena kami pikir itu hanya syarat untuk TNI/PNS saja (ada tulisannya sih di map). Karyawan swasta dan BUMN pun juga harus membawa surat tersebut.

Dari keseluruhan proses mengurus paspor, bagian setor dan periksa berkas ini yang antrinya paling lama. Mungkin karena kami sampai ke Kanim Buncit jam 9 lewat. Sebaiknya datanglah sebelum jam 8 pagi, di saat Kanim masih sepi. Dan jangan lupa, ambil nomor antrian dulu di mesin yang ada di bagian tengah, persis di depan loket yang berjajar (lantai dasar, dari pintu masuk ke kiri, sebelah kiri tangga). Jangan sampe, udah kelamaan nunggu dan ngga dipanggil cuma karena belum ambil nomor antrian.

Saat nama kami dipanggil (sebenernya cuma satu yang dipanggil, tapi kami maju berdua ^^), mbak petugas yang namanya Mariska kasih tau kalo ada syarat yang kurang, dan harus dilengkapi saat akan foto. Jadwal fotonya tanggal 28 April 2009. O, iya untuk foto, kami nantinya cuma harus setor tanda terima setor berkas yang dikasih oleh mbak Mariska. Dokumen asli (kecuali surat keterangan kerja) sudah tentu kami bawa pulang lagi. Dokumen asli hanya untuk pencocokkan data oleh petugas.

Selasa, 28 April 2009

Sebelum jam 8 pagi kami udah sampe ke Kanim Buncit. Setelah setor tanda terima ke petugas di loket lantai dasar (masih di deretan loket yang sama dengan loket setor berkas), kami harus bayar dulu di loket lantai 2  yang letaknya di sebelah kiri tangga.

Yang harus dibayar adalah (per orang):

  1. Buku paspor Rp 200.000,-
  2. Biometrik Rp 15.000,-
  3. IT Rp 55.000,-

Setelah menerima tanda terima pembayaran, kami balik lagi ke lantai dasar untuk foto,  pengambilan sidik jari dan wawancara.

Tempat foto,  pengambilan sidik jari dan wawancara dari tangga tinggal lurus dan belok kiri. Di sini, kami serahkan tanda terima pembayaran ke petugas di dalam. Setelah menunggu sekitar 15 menit, kami dipanggil.

Di dalam, saya duluan yang difoto dan diambil sidik jarinya. Setelah itu saya dipersilahkan ke meja petugas satu lagi untuk wawancara. Tenang saja, walopun namanya wawancara, isi pertanyaannya ngga bikin keringet dingin seperti job interview. Cuma ngobrol-ngobrol biasa aja, dikonfirmasi lagi data-data yang di formulir, ditanya kapan dan kemana pergi ke luar negerinya, apakah sudah pernah punya paspor sebelumnya dll. Nggak sampe 10 menit kok.

Setelah semuanya selesai, petugasnya bilang paspor kami sudah bisa diambil hari Senin, 4 Mei 2009.

Selasa, 5 Mei 2009

Saya baru sempat ke Kanim hari Selasa, 5 Mei 2009. Cepet banget, sekitar 10 menit sejak saja taruh tanda terima pembayaran di loket pengambilan paspor (lantai dasar), saya dipanggil oleh petugas. Paspor saya dan suami diserahkan ke saya dengan pesan supaya difotokopi dulu bagian halaman pertama dan terakhir, untuk kemudian diserahkan ke petugas. Setelah saya fotokopi dan menyerahkan salinannya itu, buku paspor tadi sudah bisa saya bawa pulang. Horeee….!!!! punya paspor! Walopun bukan untuk kemana-mana :P

Kesimpulannya:

Uruslah sendiri pembuatan paspor Anda. Selain memutus mata rantai calo/suap/KKN/korupsi dsb, Anda juga bisa menekan biaya pengeluaran. Bandingkan dengan pembuatan paspor melalui calo, uang yang Anda keluarkan bisa mencapai Rp 500-an hingga Rp 1 juta (tergantung pilihan mau berapa hari jadi)!

Updated (11 Nop 2009):

Sebetulnya saat saya bikin paspor di Kanim Buncit itu ada beberapa foto yang saya ambil. Tapi belum sempat saya edit untuk dipajang di sini. Inilah beberapa fotonya.

Dua foto berikut (beserta satu informasi daftar penerimaan bukan pajak) ada di mading pintu masuk Kanim Buncit. Biaya-biaya yang diperlukan untuk mengurus paspor, visa dsb bisa dilihat di mading ini sebelum masuk.

syarat-bikin-paspor

Persyaratan bikin paspor

pendaftaran-wna

Syarat pendaftaran WNA

Updated (12 Nop 2009)

Sedangkan foto berikut adalah daftar penerimaan negara bukan pajak. Informasi ini terpampang di tembok lantai 2 Kanim Buncit.  Sebetulnya di pintu masuk juga ada daftar itu, tapi foto yang saya ambil di lantai 2 ini lebih bagus daripada yang di pintu masuk.

penerimaan-bukan-pajak

Penerimaan negara bukan pajak

Jadi, pastikan uang yang kita bayarkan (jika kita tidak mengurus lewat calo) sesuai dengan daftar di atas. Perhatikan juga kuitansi pembayarannya, angka2nya sudah sesuai atau belum?

Shortlink: http://wp.me/p1VaM-3o


Actions

Information

21 responses

3 06 2009
ryan

idem…
dah ngurus paspor sendiri
masalah kapan ke luar negerinya mah urusan ntar :D siap2 aja dulu :p

4 06 2009
calandrea

Iya, bener banget Ryan. Siapa tau kamu nanti dapet beasiswa S3 ke luar negeri.. Amiin. :p

16 06 2009
mira

Saya ingin buat paspor ,karena saya mau apply beasiswa ke singapura,kira2 berapa ya biayanya kalau bikin sendiri,terus,bagaimana caranya??
E-mail saya:
miram725@gmail.com

18 06 2009
calandrea

@ Mira: coba baca lagi pelan-pelan tulisannya saya itu. sudah ada disitu kok penjelasannya. saya sudah kirim imel, sudah diterima belum? selamat membuat paspor. sukses ya untuk studinya :D

29 06 2009
susan

saya mau buat paspor to ke singapore, tpi ktp saya masih ktp daerah, sesuai ket diatas ktanya gak maslah kalau saya buat di imigrasi jaksel krna domisili saya di jaksel?
saya loagi ngurus ktp dki nd harus bayar 400rb (krna plus KK) tpi saya masih bingung kan KK akan diberikan kalau udh menikah.

30 06 2009
calandrea

halo susan,

waktu saya bikin paspor di jaksel, saya pake ktp dan kk tangerang. ngga masalah tuh. susan ngga punya kk yg sesuai domisili ktp? kalo ada, pake kk n ktp itu aja .

knp kk dki-nya akan diberikan kalo udah nikah? susan udah nikah?

ini link prosedur pembuatan paspor:
http://www.imigrasi.go.id/index.php?option=com_content&task=view&id=152&Itemid=84

Persyaratan permohonan paspor:
http://www.imigrasi.go.id/index.php?option=com_content&task=view&id=151&Itemid=84

Susan bisa datangi kantor Imigrasi terdekat. list kanim seluruh Indonesia lihat di sini:
http://www.imigrasi.go.id/index.php?option=com_content&task=view&id=122&Itemid=88

Selamat membuat paspor :D

6 07 2009
key

dear,
mo tanya klo beda nama di ktp (KK) dengan akte (ijazah) bgmn ya? soal’a mo ganti nama di kelurahan ternyata lagi rame dengan dpt..nasibbb

7 07 2009
calandrea

namanya seberapa beda?
kalo suami saya, semua ijazah, ktp, kk namanya udah sama semua. cuma di akte lahir, namanya beda. beda satu huruf sih.. kalo di akte lahir ditulis “Fermana” di ijazah SD-S1, ktp, kk, sim, “Permana”.

waktu penyerahan dokumen persyaratan paspor, petugas interviewnya bilang, yg fotokopi akte kelahiran ditarik aja (ga usah disertakan krn beda sendiri). jadinya yg bkn fotokopi akte yg diserahkan tapi fotokopi ijazahnya.

hehehe, krn menjelang pilpres, urusan laen di kelurahan jd kalah prioritas ya..

coba masalah beda nama ini ditanyakan dulu ke petugas kanimnya, lewat tlp aja kalo ga sempet ke sana. jgn lupa tanya juga nama petugas yg diajak bicara, utk referensi ketika bikin paspor langsung ke kanim.

sukses ya key!

9 07 2009
wahyu

informasi yg brhrga bwt yg blm bkn. saya mau bwt paspor untuk krja k LN,tp blm ada srt ket kerja bgmna???? Hnya ktp,kk,ijazah/akte lhr…. hnya untuk siap2.

10 07 2009
calandrea

Halo Wahyu,

kamu di LN mo kerja dimana?
biasanya kalo kerja di luar negeri ada sponsornya. sponsor(perusahaan)nya ini yang memberikan jaminan bahwa ybs benar2 bekerja di luar negeri. hal ini utk mencegah masuknya imigran gelap, ataupun org2 yg pergi ke luar negeri tanpa tujuan, yg pada akhirnya akan membebani negara yg didatangi (krn ybs kehabisan uang, kemudian menggelandang, mengemis, atau bekerja tanpa ijin).

mintalah surat keterangan kpd perusahaan yg meminta wahyu utk ke luar negeri itu.

13 07 2009
Panji Arum B

wah makasih banyak mba infonya sangat membantu, tapi pas di wawancara kalau ditanyain buat apa bikinnya saya jawabnya lebih baiknya ap mba, buat jaga2 kalau keterima program exchange student atau buat backpack keasean januari 2010 mendatang atau sebut aja kedua2nya mba?..hehe..biar ga rese tuh yang interviewernya,…..kedua alasan ini memang suda jadi agenda saya ,..

28 07 2009
calandrea

Maap nih baru bales.. jrg ngecek wp sih

bilang aja utk dua2nya itu.
waktu saya diinterview.. saya blg aja buat hanimun ma suami ke Malaysia bulan agustus nanti. pdhl yg pergi ke KL cm suami aja.. itupun ma tmn2 kantornya

Maap ya.. bapak penginterview, saya waktu itu bo’ong .. bukan utk kabur ke luar negeri kok. saya kan bkn teroris. peace ah… ^^v

25 07 2009
Adin

Mas n Mbak yang baik…
Salam kenal, saya Adin di Malang. Rencana bikin pasport tapi kebetulan Tanggal akte lahir saya ada kekeliruan. Penjelasan Panjengan menggunakan kata “akte lahir ATAU ijasah”. So, apa akte lahir bisa digantikan dengan ijasah? Mohon sudilah kiranya membalas ke email saya: adinview@yahoo.com.

Matursuwun…

28 07 2009
calandrea

Halo Adin, salam kenal juga..

Sebenernya yg dicek petugas saat verifikasi dokumen adalah kesesuaian data antara satu dokumen dengan dokumen lainnya. Waktu saya bawa ijazah S-1 sebagai pengganti akte kelahiran yg belum saya bawa, mbak mariskanya bilang kalo yg dibutuhkan sbg pengganti akte kelahiran adalah ijazah SD, SMP atau SMA yang notabene ada nama ayahnya (sama spt akte kelahiran yg ada nama ayah dan ibu).

Jadi, saat itu dokumen saya yg kurang adalah akte kelahiran ATAU ijazah SD, SMP, atau SMA. Syarat dokumen yg kurang (akte kelahiran) itu saya bawa saat wawancara, foto dan pengambilan sidik jari.

Tanggal lahir Adin di dokumen2 (syarat utk bikin paspor) selain akte kelahiran sama semua atau ada yg beda? soalnya kalo ada yg beda bisa bermasalah.

10 11 2009
Via

Mba aq mau bgt bikin paspor nih,cm ada bbrp hai yg jd mslh:
1. nama di akte lahir sm dgn di ijazah ku yaitu “Nurvriyatin”,tp beda sm yg di KK n KTP yaitu “Nurvriatin”..bedanya cm di 1 huruf.
kira2 hal itu bs jd masalah ‘ga ya ktk pemeriksaan dokumen n wawancara?
2. gmn cr yg terbaik y?
Thnx bgt y mba

10 11 2009
Dedy

Mba saya mau tanya nih

Saya mau bikin paspor, tetapi beda antara Akta Kelahiran dengan KTP/KK
Nama Di Akta Kelahiran : DEDY
Nama Di KTP/KK : DEDY S

Apakah ada masalah dalam pembuatan Paspor nantinya

Terima kasih atas Jawabanya

12 11 2009
calandrea

Halo Dedy,

ini mirip dengan kasus suami saya. di akte kelahirannya, namanya beda satu huruf dg namanya di dokumen lain.

selama nama di ijazah kamu sama seperti KTP dan KK, pakailah ijazah (yang ada nama ayah)mu utk syarat dokumen membuat paspor. tapi akte kelahiran tetap dibawa. kalo petugasnya minta akte kelahiran, kasih tau aja kalo namamu beda satu huruf.

semoga membantu.

12 11 2009
calandrea

hai Via,

kalo beda namanya yg itu saya kurang paham, coba via tanya langsung ke petugas loket penyerahan berkas. kalo kasus suami saya, yg namanya beda sendiri cuma di akte kelahiran. Namanya di dokumen lain sudah sama. krn syarat dokumennya akte kelahiran ATAU ijazah, makanya dokumen yg akte kelahiran ga usah dipake (kata petugas kanimnya).

19 11 2009
rainy

semua docs saya asli (bukan fotocopy red). kecuali kk soalnya yg asli di keep ortu di daerah. masalah ga?

19 11 2009
sammy

wah pertanyaan saya sama ma rainy…

24 11 2009
calandrea

halo rainy dan sammy,

dokumen asli dan fotokopinya harus disertakan sebagai syarat pembuatan paspor. akte kelahiran dan ijazah SD s.d. SMA suami saya waktu itu pun masih di Bukittinggi. mbak mariska menyarankan (hari jum’at) spy dokumen2 tsb dikirimkan dg jasa kurir. dan pada hari selasanya dokumen2 tsb sudah bs kami sertakan ke kanim Buncit. smoga bs membantu.

Leave a comment