kunjungi : lomba blog depok

Shortlink to this article: http://wp.me/p1VaM-3o

Walopun saya belum ada rencana pergi ke luar negeri, bulan lalu saya dan suami mencoba membuat paspor. Kenapa pake kata mencoba? karena kami mau menggunakan jalur biasa, tanpa calo. Ternyata gampang aja kok.

Awalnya, karena saya masih ‘buta’ soal imigrasi, paspor dan sebangsanya, saya gugling dulu. Nemu info bagus tentang paspor di sini. Dari artikel itu, saya juga jadi tau kalo membuat paspor tidak harus sesuai domisili KTP. Menurut Peraturan Dirjen Imigrasi No. F-960.IZ.03.02 Tahun 2006 menegaskan bahwa paspor RI dapat diberikan dimana saja tanpa dibatasi aspek domisili yang tertera di dalam KTP pemohon paspor. Di situsnya Imigrasi.go.id juga ada info pembuatan paspor.

Sekarang layanan paspor sudah online. Saya mencoba layanan online tersebut, tapi saat upload berkas-berkas yang disyaratkan (hasil scan dengan warna monokrom) gagal terus. Ya sudah, jadilah saya mencari lokasi kantor Imigrasi yang paling dekat dengan kantor saya. Kantor saya di Duren Tiga, maka lokasi terdekat ada di Kantor Imigrasi (Kanim) Kelas I Khusus Jakarta Selatan yang ada di Buncit:

Kantor Imigrasi (Kanim) Kelas I Khusus Jakarta Selatan
Jl. Warung Buncit Raya No. 207
Jakarta Selatan 12760
Telepon: 021-7996334, 7996340
Fax: 021-79192883

Senin, 20 April 2009

Ambil formulir di Kanim Buncit, tepatnya di koperasi imigrasi (lantai dasar) yang merangkap juga sebagai tempat fotokopi. Tulisan di formulirnya sih gratis, tapi kita harus nebus mapnya sebesar Rp 5.000,-  Mapnya bukan map biasa.. :P ada logo Kanim dan checklist berkas yang harus diserahkan.

Jum’at, 24 April 2009

Kami berdua ke Kanim Buncit dengan membawa berkas-berkas yang dibutuhkan (asli & fotokopi, kecuali surat keterangan kerja):

  1. Formulir yang sudah diisi
  2. KTP
  3. Kartu Keluarga
  4. Surat Nikah
  5. Akte kelahiran ATAU ijazah SD/SMP/SMA, ijazah sebenarnya cuma untuk memastikan nama orang tua kita. Saat itu kami cuma bawa ijazah S1 (tanpa akte kelahiran) yang ternyata masih dianggap kurang.
  6. Surat keterangan kerja, untuk syarat yang ini kami ngga ada, karena kami pikir itu hanya syarat untuk TNI/PNS saja (ada tulisannya sih di map). Karyawan swasta dan BUMN pun juga harus membawa surat tersebut.

Dari keseluruhan proses mengurus paspor, bagian setor dan periksa berkas ini yang antrinya paling lama. Mungkin karena kami sampai ke Kanim Buncit jam 9 lewat. Sebaiknya datanglah sebelum jam 8 pagi, di saat Kanim masih sepi. Dan jangan lupa, ambil nomor antrian dulu di mesin yang ada di bagian tengah, persis di depan loket yang berjajar (lantai dasar, dari pintu masuk ke kiri, sebelah kiri tangga). Jangan sampe, udah kelamaan nunggu dan ngga dipanggil cuma karena belum ambil nomor antrian.

Saat nama kami dipanggil (sebenernya cuma satu yang dipanggil, tapi kami maju berdua ^^), mbak petugas yang namanya Mariska kasih tau kalo ada syarat yang kurang, dan harus dilengkapi saat akan foto. Jadwal fotonya tanggal 28 April 2009. O, iya untuk foto, kami nantinya cuma harus setor tanda terima setor berkas yang dikasih oleh mbak Mariska. Dokumen asli (kecuali surat keterangan kerja) sudah tentu kami bawa pulang lagi. Dokumen asli hanya untuk pencocokkan data oleh petugas.

Selasa, 28 April 2009

Sebelum jam 8 pagi kami udah sampe ke Kanim Buncit. Setelah setor tanda terima ke petugas di loket lantai dasar (masih di deretan loket yang sama dengan loket setor berkas), kami harus bayar dulu di loket lantai 2  yang letaknya di sebelah kiri tangga.

Yang harus dibayar adalah (per orang):

  1. Buku paspor Rp 200.000,-
  2. Biometrik Rp 15.000,-
  3. IT Rp 55.000,-

Setelah menerima tanda terima pembayaran, kami balik lagi ke lantai dasar untuk foto,  pengambilan sidik jari dan wawancara.

Tempat foto,  pengambilan sidik jari dan wawancara dari tangga tinggal lurus dan belok kiri. Di sini, kami serahkan tanda terima pembayaran ke petugas di dalam. Setelah menunggu sekitar 15 menit, kami dipanggil.

Di dalam, saya duluan yang difoto dan diambil sidik jarinya. Setelah itu saya dipersilahkan ke meja petugas satu lagi untuk wawancara. Tenang saja, walopun namanya wawancara, isi pertanyaannya ngga bikin keringet dingin seperti job interview. Cuma ngobrol-ngobrol biasa aja, dikonfirmasi lagi data-data yang di formulir, ditanya kapan dan kemana pergi ke luar negerinya, apakah sudah pernah punya paspor sebelumnya dll. Nggak sampe 10 menit kok.

Setelah semuanya selesai, petugasnya bilang paspor kami sudah bisa diambil hari Senin, 4 Mei 2009.

Selasa, 5 Mei 2009

Saya baru sempat ke Kanim hari Selasa, 5 Mei 2009. Cepet banget, sekitar 10 menit sejak saja taruh tanda terima pembayaran di loket pengambilan paspor (lantai dasar), saya dipanggil oleh petugas. Paspor saya dan suami diserahkan ke saya dengan pesan supaya difotokopi dulu bagian halaman pertama dan terakhir, untuk kemudian diserahkan ke petugas. Setelah saya fotokopi dan menyerahkan salinannya itu, buku paspor tadi sudah bisa saya bawa pulang. Horeee….!!!! punya paspor! Walopun bukan untuk kemana-mana :P

Kesimpulannya:

Uruslah sendiri pembuatan paspor Anda. Selain memutus mata rantai calo/suap/KKN/korupsi dsb, Anda juga bisa menekan biaya pengeluaran. Bandingkan dengan pembuatan paspor melalui calo, uang yang Anda keluarkan bisa mencapai Rp 500-an hingga Rp 1 juta (tergantung pilihan mau berapa hari jadi)!

Updated (11 Nop 2009):

Sebetulnya saat saya bikin paspor di Kanim Buncit itu ada beberapa foto yang saya ambil. Tapi belum sempat saya edit untuk dipajang di sini. Inilah beberapa fotonya.

Dua foto berikut (beserta satu informasi daftar penerimaan bukan pajak) ada di mading pintu masuk Kanim Buncit. Biaya-biaya yang diperlukan untuk mengurus paspor, visa dsb bisa dilihat di mading ini sebelum masuk.

 

syarat-bikin-paspor

Persyaratan bikin paspor

pendaftaran-wna

Syarat pendaftaran WNA

Updated (12 Nop 2009)

Sedangkan foto berikut adalah daftar penerimaan negara bukan pajak. Informasi ini terpampang di tembok lantai 2 Kanim Buncit.  Sebetulnya di pintu masuk juga ada daftar itu, tapi foto yang saya ambil di lantai 2 ini lebih bagus daripada yang di pintu masuk.

penerimaan-bukan-pajak

Penerimaan negara bukan pajak

Jadi, pastikan uang yang kita bayarkan (jika kita tidak mengurus lewat calo) sesuai dengan daftar di atas. Perhatikan juga kuitansi pembayarannya, angka2nya sudah sesuai atau belum?

Updated (22 Jan 2010):

Total waktu pengurusan paspor tanpa calo adalah 10-11 hari kerja.

Updated (26 Jan 2010):

Ada berita baru tentang paspor elektronik di sini.


About these ads
Comments
  1. ryan says:

    idem…
    dah ngurus paspor sendiri
    masalah kapan ke luar negerinya mah urusan ntar :D siap2 aja dulu :p

  2. mira says:

    Saya ingin buat paspor ,karena saya mau apply beasiswa ke singapura,kira2 berapa ya biayanya kalau bikin sendiri,terus,bagaimana caranya??
    E-mail saya:
    miram725@gmail.com

    • calandrea says:

      @ Mira: coba baca lagi pelan-pelan tulisannya saya itu. sudah ada disitu kok penjelasannya. saya sudah kirim imel, sudah diterima belum? selamat membuat paspor. sukses ya untuk studinya :D

  3. susan says:

    saya mau buat paspor to ke singapore, tpi ktp saya masih ktp daerah, sesuai ket diatas ktanya gak maslah kalau saya buat di imigrasi jaksel krna domisili saya di jaksel?
    saya loagi ngurus ktp dki nd harus bayar 400rb (krna plus KK) tpi saya masih bingung kan KK akan diberikan kalau udh menikah.

  4. key says:

    dear,
    mo tanya klo beda nama di ktp (KK) dengan akte (ijazah) bgmn ya? soal’a mo ganti nama di kelurahan ternyata lagi rame dengan dpt..nasibbb

    • calandrea says:

      namanya seberapa beda?
      kalo suami saya, semua ijazah, ktp, kk namanya udah sama semua. cuma di akte lahir, namanya beda. beda satu huruf sih.. kalo di akte lahir ditulis “Fermana” di ijazah SD-S1, ktp, kk, sim, “Permana”.

      waktu penyerahan dokumen persyaratan paspor, petugas interviewnya bilang, yg fotokopi akte kelahiran ditarik aja (ga usah disertakan krn beda sendiri). jadinya yg bkn fotokopi akte yg diserahkan tapi fotokopi ijazahnya.

      hehehe, krn menjelang pilpres, urusan laen di kelurahan jd kalah prioritas ya..

      coba masalah beda nama ini ditanyakan dulu ke petugas kanimnya, lewat tlp aja kalo ga sempet ke sana. jgn lupa tanya juga nama petugas yg diajak bicara, utk referensi ketika bikin paspor langsung ke kanim.

      sukses ya key!

  5. wahyu says:

    informasi yg brhrga bwt yg blm bkn. saya mau bwt paspor untuk krja k LN,tp blm ada srt ket kerja bgmna???? Hnya ktp,kk,ijazah/akte lhr…. hnya untuk siap2.

    • calandrea says:

      Halo Wahyu,

      kamu di LN mo kerja dimana?
      biasanya kalo kerja di luar negeri ada sponsornya. sponsor(perusahaan)nya ini yang memberikan jaminan bahwa ybs benar2 bekerja di luar negeri. hal ini utk mencegah masuknya imigran gelap, ataupun org2 yg pergi ke luar negeri tanpa tujuan, yg pada akhirnya akan membebani negara yg didatangi (krn ybs kehabisan uang, kemudian menggelandang, mengemis, atau bekerja tanpa ijin).

      mintalah surat keterangan kpd perusahaan yg meminta wahyu utk ke luar negeri itu.

  6. Panji Arum B says:

    wah makasih banyak mba infonya sangat membantu, tapi pas di wawancara kalau ditanyain buat apa bikinnya saya jawabnya lebih baiknya ap mba, buat jaga2 kalau keterima program exchange student atau buat backpack keasean januari 2010 mendatang atau sebut aja kedua2nya mba?..hehe..biar ga rese tuh yang interviewernya,…..kedua alasan ini memang suda jadi agenda saya ,..

    • calandrea says:

      Maap nih baru bales.. jrg ngecek wp sih

      bilang aja utk dua2nya itu.
      waktu saya diinterview.. saya blg aja buat hanimun ma suami ke Malaysia bulan agustus nanti. pdhl yg pergi ke KL cm suami aja.. itupun ma tmn2 kantornya

      Maap ya.. bapak penginterview, saya waktu itu bo’ong .. bukan utk kabur ke luar negeri kok. saya kan bkn teroris. peace ah… ^^v

  7. Adin says:

    Mas n Mbak yang baik…
    Salam kenal, saya Adin di Malang. Rencana bikin pasport tapi kebetulan Tanggal akte lahir saya ada kekeliruan. Penjelasan Panjengan menggunakan kata “akte lahir ATAU ijasah”. So, apa akte lahir bisa digantikan dengan ijasah? Mohon sudilah kiranya membalas ke email saya: adinview@yahoo.com.

    Matursuwun…

    • calandrea says:

      Halo Adin, salam kenal juga..

      Sebenernya yg dicek petugas saat verifikasi dokumen adalah kesesuaian data antara satu dokumen dengan dokumen lainnya. Waktu saya bawa ijazah S-1 sebagai pengganti akte kelahiran yg belum saya bawa, mbak mariskanya bilang kalo yg dibutuhkan sbg pengganti akte kelahiran adalah ijazah SD, SMP atau SMA yang notabene ada nama ayahnya (sama spt akte kelahiran yg ada nama ayah dan ibu).

      Jadi, saat itu dokumen saya yg kurang adalah akte kelahiran ATAU ijazah SD, SMP, atau SMA. Syarat dokumen yg kurang (akte kelahiran) itu saya bawa saat wawancara, foto dan pengambilan sidik jari.

      Tanggal lahir Adin di dokumen2 (syarat utk bikin paspor) selain akte kelahiran sama semua atau ada yg beda? soalnya kalo ada yg beda bisa bermasalah.

  8. Via says:

    Mba aq mau bgt bikin paspor nih,cm ada bbrp hai yg jd mslh:
    1. nama di akte lahir sm dgn di ijazah ku yaitu “Nurvriyatin”,tp beda sm yg di KK n KTP yaitu “Nurvriatin”..bedanya cm di 1 huruf.
    kira2 hal itu bs jd masalah ‘ga ya ktk pemeriksaan dokumen n wawancara?
    2. gmn cr yg terbaik y?
    Thnx bgt y mba

    • Dedy says:

      Mba saya mau tanya nih

      Saya mau bikin paspor, tetapi beda antara Akta Kelahiran dengan KTP/KK
      Nama Di Akta Kelahiran : DEDY
      Nama Di KTP/KK : DEDY S

      Apakah ada masalah dalam pembuatan Paspor nantinya

      Terima kasih atas Jawabanya

      • calandrea says:

        Halo Dedy,

        ini mirip dengan kasus suami saya. di akte kelahirannya, namanya beda satu huruf dg namanya di dokumen lain.

        selama nama di ijazah kamu sama seperti KTP dan KK, pakailah ijazah (yang ada nama ayah)mu utk syarat dokumen membuat paspor. tapi akte kelahiran tetap dibawa. kalo petugasnya minta akte kelahiran, kasih tau aja kalo namamu beda satu huruf.

        semoga membantu.

    • calandrea says:

      hai Via,

      kalo beda namanya yg itu saya kurang paham, coba via tanya langsung ke petugas loket penyerahan berkas. kalo kasus suami saya, yg namanya beda sendiri cuma di akte kelahiran. Namanya di dokumen lain sudah sama. krn syarat dokumennya akte kelahiran ATAU ijazah, makanya dokumen yg akte kelahiran ga usah dipake (kata petugas kanimnya).

  9. rainy says:

    semua docs saya asli (bukan fotocopy red). kecuali kk soalnya yg asli di keep ortu di daerah. masalah ga?

  10. sammy says:

    wah pertanyaan saya sama ma rainy…

    • calandrea says:

      halo rainy dan sammy,

      dokumen asli dan fotokopinya harus disertakan sebagai syarat pembuatan paspor. akte kelahiran dan ijazah SD s.d. SMA suami saya waktu itu pun masih di Bukittinggi. mbak mariska menyarankan (hari jum’at) spy dokumen2 tsb dikirimkan dg jasa kurir. dan pada hari selasanya dokumen2 tsb sudah bs kami sertakan ke kanim Buncit. smoga bs membantu.

  11. mutia says:

    makasih infonya… sangat berguna mbak!!!
    selama ini aku ngira kalo bikin harus sesuai domisili, padahal rumah di jaktim, kerja di tangerang… hehehe
    *langsung meluncur ke kanim tangerang*

    • calandrea says:

      hai Mutia, makasih dah mampir ke blog saya.
      hehehe, dulu sebelum saya bikin paspor jg begitu mikirnya.
      males banget ke Tangerang cm buat bikin paspor secara ngantor di jaksel.. ternyata dah online seluruh Indonesia.

  12. mande says:

    wah kebetulan banget nih kmaren gw juga baru bikin paspor.
    kayanya ‘masi ada’ lahan buat korupsi sih klo kata saya pribadi, soalnya map yg kata mba mesti dibeli dengan harga Rp.5.000, ko di imigrasi bandung (tempat saya buat paspor) mesti dibeli dengan harga Rp.10.000
    emang kecil sih nominalnya. ah tp, mungkin saya terlalu suudzon aja kali yaa. :P

    • calandrea says:

      wajar aja kalo loe curiga, Man.
      5rb dikali berapa ribu org yg udah ngurus paspor di Bdg, jadi berapa tuh?

      jgn2 mapnya lbh eksklusif drpd map kanim Jkt. :D jd, ongkos bikin mapnya lbh gede. eh, tapi harga map paling mahal brp sih?

      kalo yg begitu bs dilaporin ke KPK ga sih? ato mgkn ke lembaga Ombudsman? biar yg berwenang aja yg ngusut..

      just a thought.

  13. mophet says:

    mba, katanya kalo buat umroh nama di paspor harus 3 suku kata ya??? trus kalo saya cuma 2 suku kata gimana ya???

    sebenernya saya sudah sempet punya paspor, cuma pas di Januari ini habis (sudah 5 tahun) dulu pake calo… karena mau instant… dan sekarang mau coba sendiri, biar bisa seperti mba…

    mohon penjelasannya mba, thanx…

  14. nagawanto says:

    makasih ya atas infonya sangat membantu sekali
    ^_^

  15. apri10 says:

    info nya bagus banget nih
    total biayanya berapa tuh?

  16. calandrea says:

    Hai Apri10,

    Waktu itu yg harus dibayar, per orangnya adalah:

    Buku paspor Rp 200.000,-
    Biometrik Rp 15.000,-
    IT Rp 55.000,-

    Total = Rp 270.000,-

  17. lee says:

    Mau numpang nanya…kasus nya mirip2 sih ama yg lain.
    Akte dan ijazah nama sama.
    Kk pakai nama baptis (tp salah ketik)
    Ktp pakai nama baptis
    Npwp sama dengan ktp
    Nah kl begini gmn ya solusinya?
    Sy bekerja di suatu perusahaan swasta dengan nama sesuai ktp dan terdaftar wajib pajak jg (kan skalian buat bebas fiskal)
    Kl mslhnya spt diatas,pertanyaan saya:
    1. Masih bisa bebas fiskal kah?
    2. Apa pembuatan paspor bisa disesuaikan dengan ktp saja tidak usah sesuai akte (perbedaannya bkn hny 1 huruf saja)
    Tlg dibls via email aja supaya sy bisa lgsg membacanya..
    Email saya: memenyaavung@yahoo.com
    Tlg dibantu yah…thx

    • calandrea says:

      Halo Lee, makasih dah mampir ke blog ini.

      sebenernya utk yg masalah nama beda, saya cuma tahu yang saya alami aja.
      coba ditanyakan langsung ke kanimnya, supaya lebih sreg.

      sedangkan utk syarat bebas fiskal bagi pemegang NPWP, bisa di-googling aja.

  18. Assalamu’alaikum.W.w. mba salam kenal ya, ikut kontes blog juga kan??Tukeran link yu. Mudahan bisa bermanfaat dan saya bisa dapat saran/kritik yang membangun. Terimakasih

  19. ternyata gampang ya bikin paspor sendiri, lain kali coba bikin deh :)

  20. albert says:

    hi, mo tanya sedikit nih, klo KTP & KK saya Tangerang kec pamulang apakan bisa untuk bikin di kanim buncit ini, soalnya saya mencoba telp ke no diatas tidak pernah diangkat and kebetulan daerah kerja saya di kedoya jadi bila harus ke tangerang akan sangat merepotkan karena beda arah, mohon petunjuknya mba thanks

    • calandrea says:

      Dear Albert,

      Kanim Buncit tidak beroperasi karena rata dengan tanah (renovasi).
      Saya pun baru tahu minggu lalu ketika sedang melintas di sana. Info dari teman, operasional Kanim Buncit dipindahkan ke daerah Lebak Bulus. Lebih jelasnya lagi, mungkin bisa ditanyakan ke:
      Ditjen Imigrasi Republik Indonesia
      Jl. Rasuna Said Kav 8-9 Kuningan
      Jakarta Selatan

      http://www.imigrasi.go.id/

      Semoga bisa membantu.

  21. agus siswantoro says:

    buat paspor baru

  22. wahyu says:

    maaf mau tanya kira2 kalo kakak saya yang uda lulus kuliah tapi lum kerja harus bawa apa aja kan ga ada ket pekerhaan

  23. [...] The busiest day of the year was January 5th with 89 views. The most popular post that day was Bikin Paspor Baru. [...]

  24. lyzz says:

    salam..saya mau tanya ongkos semua sekali untuk bikin paspor indonesia berapa ya?

  25. lee says:

    Kl blm berubah sih seharus nya 270ribu kl ngurus sendiri..:) gmpg dan ngga dipersulit jg koq

  26. arifisnaeni says:

    untuk cewek, bisa pake jilbab nggak fotonya?

  27. vinamironari says:

    Mba salam kenal..
    Mau umpang tanya, kalo no rumah di KK berbeda dengan KTP gimana yah?
    Soalnya yg saya pegang adalah KK yg lama, sewaktu ada peubahan nomor, mama saya hanya ngirimin KTP nya aja tanpa KK..Saya butuh passport nya buru2 nih jd ga sempat kalo nungguin mama ngirim KK yg baru (saya anak kost hehe)
    Apa ada dokumen pendukung yg perlu saya sertakan utk itu? seperti NPWP, dsb?
    Thanks sebelumnya :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s